Rabu, 17 Juni 2009

Washinton DC Kontrol Utama Kerusuhan di Teheran



Obama
Obama
Majalah schweizmagazin bahasa Jerman dalam makalahnya yang berjudul “Iran: Amerika Kontrol Kerusuhan: yang disana juga terpampang foto Barack Obama sedang menyulut api peta Iran, adalah salah satu bukti keterlibatan langsung Gedung Putih dengan kerusuhan akhir di Teheran.


Dalam makalah tersebut juga menyebutkan sejumlah uang yang dikeluarkan oleh Gedung Putih untuk membiayai kerusuhan di Teheran. Dikatakan jumlah uang yang digelontorkan sejak jaman pemerintahan Bush hingga kini mencapai 85 juta US dolar dan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Ahmadinejad. Selain sejumlah uang, Amerika juga mendirikan sejumlah setasiun radio berbahasa Persia diantaranya adalah Radio Farda.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika kemenangan Ahmadinejad dalam pemilu kali ini disambut dengan cemohan dan hasutan dari Washinton DC.

Menjelang pemilu pun media massa Barat terutama BBC gencar memberitakan jika situs jejaring Facebook dan Twiter di Negeri Mullah itu telah diblok oleh pemerintah Iran. Padahal satu hari setelah pemilu Situs jejaring itu bisa di akses di Iran.

Dalam makalah itu juga tertulis jika Amerika mempunyai kepentingan besar di Iran. Amerika ingin mengontrol minyak Iran dari dalam seperti negara Irak yang telah digagahi oleh Amerika.

Kontrol minyak Iran memang penting bagi Amerika namun hal yang lebih penting dari itu adalah menghentikan program reaktor nuklir Iran. Oleh karena itu jika kontrol pemerintah Iran dipegang oleh Mousavi, maka setidaknya untuk empat tahun kedepan Iran akan menghentikan operasi reaktor nuklirnya. Selain itu, dukungan Iran terhadap bangsa tertindas Palestina juga akan melemah. Meskipun Mousavi tetap akan memihak Palestina namun, opsi yang ditawarkan oleh Obama untuk membagi dua negara Palestina dan Israel kemungkinan besar diterima oleh Mousavi.

Tidak hanya itu, dukungan Iran terhadap Hizbullah lebanon pun akan berbeda jika Mousavi terpilih menjadi presiden.

Disinilah kecerdikan pemerintahan Obama, dia memehami betul bahwa permasalahn di Timur Tengah dan dunia semuanya akan selesai jika Iran runtuh. Dan proyek untuk menjadikan pemerintah Saudi Arabia sebagai kiblat negera muslimin akan terealisasi.

Tidak ada komentar: