Minggu, 21 Juni 2009

Montazeri “Titip Kedengkian” Dalam Ketegangan Politik Iran


Husain Ali Montazeri, mantan kandidat Rahbar yang dilengserkan pada masa Imam Khomeini, ikut ambil bagian dalam ketegangan politik di Iran.

Sebagaimana dilaporkan Aljazeera, Montazeri menyerukan agar rakyat Iran mulai besok selama tiga hari sebagai hari berkabung demi mengenang 10 korban tewas dalam kerusuhan yang terjadi Sabtu di Tehran.

Seruan Montazeri ini jelas bertujuan personal dan politis, yaitu menggoyang posisi Ayatullah Uzhma Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang terpilih dalam Dewan Ahli sepeninggal Imam Khomeini.

Sebagai bentuk dukungan nyata atas sikap dan keputusan Ayatullah Khamenei tentang larangan berdemonstrasi tanpa izin, sejumlah ulama besar dan marja’ di Qom menyerukan rakyat Iran untuk bersatu mempertahankan sistem Republik Islam Iran du bawah kepemimpin Wali Faqih, Ayatullah Khamenei sekaligus demi menghadapi rongrongan Barat dan Zionis yang bertujuan melemahkan Iran, satu-satunya negara Islam yang berpotensi menjadi saingan Barat di dunia Islam.

Pernyataan dukungan antara lain disampaikan oleh Ayatullah Uzhma Nuri Hamadani dan Ayatullah Naser Makarim Syirazi.

Dilaporkan pula, Ali Larijani, Ketua Parlemen, yang selama ketegangan politik belakangan, tidak menujukkan dirinya, memperingatkan rakyat Iran akan adanya sebuah konspirasi imperialis yang bertujuan melemahkan sistem Republik Islam yang berdiri di Irak melalui aksi-aksi inkonstitusional.

Sementara itu, di Irak, sebuah ledakan dahsyat dekat masjid Muslim Syiah di kota Karkuk menewaskan sekitar 72 orang dan melukai puluhan lainny.

Seiring dengan makin dekatnya tenggat waktu hengkangnya Amerika dari Irak, aksi teror mulai meningkat dengan sasaran sipil, yang sebagian besar terjadi kawasan mayoritas Muslim Syiah.

Tidak ada komentar: