Kamis, 25 Juni 2009

Di Balik Propaganda Negatif soal “Basij”


“Basij” adalah organisasi paramiliter yang didirikan oleh Ayatullah Khomeini. Basij disubordinasikan kepada “Pasdaran” (tentara Garda Revolusi Islam — pasukan elit militer yang sangat kuat dan independen dari angkatan bersenjata Iran).

Basij dulu digunakan dalam berbagai operasi militer selama perang Iran-Irak. Sekarang, Basij menjadi kekuatan pembantu dalam situasi-situasi darurat, dari mulai penanganan bencana hingga pengendalian hura-hara. Karena itu, mereka tidak diinginkan lawan-lawan rezim Iran.

Siapa pun yang kini terus mencermati berita-berita terbaru dari Iran pasti menyadari bahwa Basij hampir selalu digambarkan sebagai “Basij Thugs [si penjahat kejam]“. Tetapi dari mana ide tentang Basij yang menjadi “Thugs” berasal?

Mari kita beranggapan, untuk kepentingan argumentasi, bahwa memang Basij hampir seluruhnya terdiri dari para penjahat kejam, penjahat-penjahat yang kotor, dan bahwa mereka menggunakan setiap kesempatan untuk memukul, menganiaya, dan menistakan orang-orang Iran yang tak bersalah. Kemudian, mari kita tanyakan pertanyaan-pertanyaan sederhana ini:

Jenis pengetahuan apa yang dimiliki oleh mereka di Barat yang menulis tentang “Basij Thugs” bahwa Basij memang “Thugs”? Izinkan saya mengulanginya, saya tidak sedang berargumentasi di sini bahwa Basij bukan penjahat-penjahat kejam, saya hanya bertanya dari mana orang-orang yang melemparkan kata-kata “Basij Thugs” itu mendapatkan informasi?

Pertanyaan saya adalah apakah mereka benar-benar secara serius melakukan penelitian untuk menetapkan karakter kejahatan dan kekejaman Basij sebelum mereka menggunakan kata-kata “Basij Thugs”?

Kenyataannya adalah bahwa seluruh konsep tentang “Basij Thugs” memiliki akar yang sama dengan, katakanlah, “Chetnik Serbia” atau “teroris Palestina”. Walaupun niscaya ada Basij thug, Serbia Chetnik, dan Palestina teroris di luar sana, penggunaan istilah tersebut oleh orang-orang yang hanya memiliki pengetahuan kedua tentang Basij, Chetnik, atau Palestina adalah bentuk modern dari apa yang George Orwell katakan sebagai “kebencian 2 menit” — mereka ada untuk memutus koneksi dari setiap pikiran rasional dan membuat analisis yang berdasarkan fakta dan yang didorong oleh logika menjadi mustahil.

Imperialisme selalu hati-hati dalam membingkai perdebatan dan memberi publik yang tertipu sasaran-sasaran yang teridentifikasikan demi penghinaan dan kebencian. Dalam kasus Iran, jutaan (dolar) yang diinvestasikan Abang Sam dalam kampanye operasi psikologisnya sekarang terbayarkan sudah.

PERANG FOTO

Sekarang mungkin kita semua telah melihat gambar yang dahsyat tentang seorang gadis muda tertembak di jalan-jalan Teheran. (Jika tidak, Anda dapat melihat gambar-gambar itu di sini). Video-video itu diberi judul “Shot by Basij” dan “Basij shoot to death a young woman”. Berikut ini adalah teks yang disirkulasikan bersama video-video itu:

Pada 19:05 20 Juni

Tempat: Karekar Ave., Di sudut persimpangan Khosravi St dan Salehi St.

Seorang wanita muda yang sedang berdiri di samping ayahnya sambil menonton protes ditembak oleh anggota basij yang bersembunyi di sebuah bubungan atap rumah warga sipil. Dia mempunyai pandangan yang jelas ke arah gadis itu dan tidak mungkin meleset.

Namun, dia mengarahkan langsung ke jantung gadis itu. Saya seorang dokter, jadi saya bergegas mencoba menyelamatkan dia. Tetapi dampak tembakan itu sangat ganas dimana peluru meledak di dalam dada korban, dan dia meninggal dalam waktu kurang dari 2 menit. Protes sedang terjadi pada sekitar 1 km jauhnya di jalan raya dan beberapa kerumunan pemrotes berlarian menghindari gas air mata yang digunakan terhadap mereka, menuju Salehi St.

Luar biasa, sejumlah pertanyaan sangat dasar tidak ditanyakan tentang penembakan ini:

1) “ditembak oleh” — bukti macam apa yang didapat sehingga dikatakan tembakan berasal dari orang yang diidentifikasi sebagai penembak sementara teks yang sama mengatakan bahwa orang ini bersembunyi. Bukankah mungkin ada orang lain yang juga bersembunyi? Apakah ada bukti balistik yang mengidentifikasi orang di atap sebagai penembak?

2) “anggota Basij yang bersembunyi di bubungan atap”. Bagaimana kita bisa tahu bahwa dia seorang Basij?! Entah apakah dia mengidentifikasi dirinya setelah penembakan? (tentu saja bukan sebelumnya, karena dia dikatakan “bersembunyi”).

3) “Dia tidak mungkin meleset”. Menembak dari bubungan atap? Kira-kira berapa jaraknya dan senjata apa yang digunakan?

4) “Dia mengarahkan langsung ke jantung”. Wow! Wow! Bukan hanya dikabarkan kepada kita siapa yang menembak gadis itu, tapi kita bahkan tahu apa yang disasarnya. Sekarang bagaimana seseorang bisa mengetahui hal ini kecuali si penembak telah diwawancarai sebelum atau sesudah penembakan.

5) “Saya seorang dokter”. Tunggu –dari semua ini timbul kesan bahwa si penulis teks ini bukan seorang dokter medis, tetapi ahli ilmu balistik.

Kita mungkin tidak akan pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu. Dan mungkin saja gadis itu ditembak oleh seorang anggota Basij. Tetapi kemudian, mungkin juga tidak. Bisa jadi ada penembak lain, bisa jadi peluru nyasar yang ditembakkan oleh seseorang dengan kemampuan menembak yang sangat dasar, atau bisa jadi ini insiden yang dengan hati-hati telah dirancang sedemikian rupa oleh penembak jitu untuk menciptakan citra yang membuktikan “barbarisme Basij yang dillepaskan oleh rezim mullah yang korup terhadap kebebasan yang menginspirasi anak-anak muda Iran”.

Pada akhirnya, tidak ada seorang pun yang menanyakan sebuah pertanyaan kuno: Cui Bono? Siapa yang paling banyak diuntungkan (atau yang paling banyak dirugikan) oleh semua ini?

Jawaban terhadap pertanyaan itu dengan baik hati diberikan oleh Jewish Telegraphic Agency dalam artikel “Iran Turmoil likely to benefit Israel”:

Seperti runtuhnya Uni Soviet hampir dua dekade lalu, kerusuhan pasca pemilu di Iran dapat menjadi kepentingan strategis utama bagi Timur Tengah dan Israel.

Analis-analis Israel melihat tiga skenario yang mungkin:

* Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan para ayatullah berkuasa akan menggunakan kekuatan untuk mengembalikan kekuasaan rezim mereka.

* Rival utama Ahmadinejad, Mir Hossein Mousavi, akan bertahta dengan sokongan gelombang rakyat dan akan mereformasi apa yang masih tersisa dari rezim mullah.

* Kerusuhan yang sedang berlangsung akan berkembang secara dinamis dengan sendirinya, dan akan menjatuhkan para ayatullah dari kekuasaan.

Dalam setiap skenario, Israel akan mendapatkan manfaat.[VS](jemalagemala)

Tidak ada komentar: