Senin, 22 Juni 2009

Pesan Tertulis Rahbar Kepada Rakyat Iran Usai Pemilihan Presiden Periode ke-10

Pesan Tertulis Rahbar Kepada Rakyat Iran Usai Pemilihan Presiden Periode ke-10 Cetak
13/06/2009

 Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei dalam sebuah pesan tertulisnya kepada rakyat Iran menyebut partisipasi besar dan peran rakyat yang memberikan rasa tenteram pada pemilihan umum presiden periode kesepuluh hari Jum'at 12 Juni 2009 sebagai anugerah dan rahmat Ilahi yang Maha Bijaksana. Menurut beliau, gegap gempita pemilu kali ini adalah peristiwa yang mengagumkan dan tanpa tanding. Seraya menyinggung kedewasaan berpolitik, semangat revolusioner dan kematangan madani bangsa Iran dalam menyikapi pemilihan umum, beliau mengatakan, "Partisipasi lebih dari 80 persen warga dan perolehan 24 juta suara oleh presiden terpilih adalah pesta yang sesungguhnya. Musuh dengan gerak gerik makarnya terus berusaha merusak kebahagiaan rakyat ini. Karena itu, seluruh rakyat, khususnya anak-anak muda yang tercinta harus waspada. Para pendukung kandidat yang terpilih maupun pendukung para kandidat lainnya harus menghindari sikap-sikap yang provokatif dan tindakan buruk."

Berikut ini teks pesan tertulis Rahbar:

Bismillahirrahmanirrahim

Rakyat Iran yang tercinta!
Warga sekalian yang waspada, pemberani dan sadar kondisi!

Salam sejahtera dari Allah untuk kalian semua yang telah membuktikan kelayakan dalam mengemban Islam dan menerima rahmat Ilahi. Hari Jum'at penuh gempita yang kalian ukir adalah peristiwa mengagumkan dan tanpa padanan. Hari itu, kalian telah menunjukkan kedewasaan berpolitik, gelora revolusioner, dan kematangan madani sebagai bangsa Iran lewat pementasan peristiwa yang indah penuh kemegahan di depan mata dunia.

Kalian telah membukukan keagungan dan martabat di dalam lembaran sejarah dengan ketenangan, kewibawaan dan kesempurnaan yang kalian miliki. Dengan partisipasi besar yang menentukan di medan ini, kalian telah memperlihatkan tekad membaja yang tak mungkin ditembus oleh serangan propaganda yang gencar dari lawan-lawan kita. Ini sangat penting dan tak ada ungkapan yang dapat melukiskannya. Hanya ada satu kalimat untuk menyifatinya, yaitu bahwa rakyat Iran telah berhasil mempertahankan apa-apa yang menjadi faktor tercurahnya rahmat Ilahi kepada bangsa ini. Dan inayah Allah pun akan tetap menaungi negara ini dalam gerakannya ke arah kemajuan.

Pemilihan umum tanggal 22 Khordad (12 Juni) adalah pentas keindahan yang dipamerkan bangsa Iran dan tercatat sebagai fenomena dengan rekor baru diantara rangkaian pemilu di negara ini. Lebih dari delapan puluh persen warga pemilik hak pilih mendatangi tempat-tempat pemungutan suara, dan 24 juta orang telah memberikan suara kepada presiden terpilih. Ini adalah pesta sesungguhnya yang dengan izin dan inayah Allah akan menjadi jaminan bagi gerak maju negara ini ke arah kemajuan, tegaknya keamanan nasional dan semangat yang kokoh.

Kemarin, kalian berhasil membuktikan bahwa berkat slogan dan nilai-nilai revolusi Islam, dalam menghadapi serangan politik dan gempuran perang urat saraf, Iran memiliki daya tahan dan kekebalan tinggi. Hal itulah yang membuat demokrasi agama yang didirikan sejak tiga puluh tahun lalu di negeri ini, kini semakin segar dan kian kokoh. Melihat itu, kawan dan lawan yakin bahwa Iran akan terus melangkah menuju masa depan yang cerah.

Di hadapan tekad dan keimanan kalian, saya -dengan segala kerendahan hati- mengucapkan selamat kepada Hz Baqiyyatullah al-A'dzam as (Imam Mahdi as), juga kepada arwah suci Imam Khomeini dan seluruh rakyat Iran atas kesuksesan besar ini. Dan saya menyeru semua pihak untuk menghargai anugerah Ilahi dan mensyukurinya di hadapan Allah yang Maha Bijak dan Maha Tahu.

Nampaknya, musuh-musuh kita berusaha dengan berbagai cara licik untuk merusak indahnya peristiwa ini. Kepada semua warga, khususnya kepada anak-anak muda tercinta yang merupakan unsur paling dominan dalam melahirkan fenomena agung ini, saya berpesan agar selalu waspada. Hari Sabtu setelah pemilu harus selalu menjadi hari penuh kasih sayang dan kesabaran. Baik pendukung presiden terpilih maupun pendukung para kandidat terhormat lainnya, hendaknya menghindari aksi-aksi provokatif dan merusak. Presiden terpilih adalah presiden bagi seluruh rakyat Iran. Semuanya, termasuk lawan-lawan politik yang kemarin bersaing dengannya, harus bersama-sama mendukung dan membantunya. Tak diragukan lagi bahwa ini adalah ujian lain dari Allah yang keberhasilan melaluinya akan mendatangkan rahmat Ilahi.

Saya merasa berkewajiban menyampaikan rasa penghargaan kepada mereka yang ikut serta dalam melahirkan peristiwa besar ini. Saya berterima kasih kepada para kandidat terhormat yang dengan memaparkan pandangan politik dan ekonominya, juga dengan kata-kata dan tindakannya telah melibatkan berbagai kelompok dengan latar belakang sosial dan politik yang beragam untuk ikut meramaikan pemilu. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada para elit yang telah menyeru masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam ujian besar ini; kepada para ulama, marji, intelektual, dan kalangan kampus serta tokoh-tokoh budaya dan politik; kepada media nasional beserta jajaran pengurus, perencana, penyiar, dan seniman Radio dan Televisi (IRIB) berkat inovasinya yang menarik dan layak dipuji yang berperan besar dalam menciptakan fenomena yang tak terlupakan ini; kepada Departemen Dalam Negeri dan Dewan Garda Konstitusi yang tulus, amanah, jujur dan gigih dalam menjalankan tugas penuh tantangan ini; kepada kepolisian dan lembaga-lembaga keamanan lainnya yang telah mengendalikan keamanan dan menciptakan suasana sehat, terbuka dan tenang; akhirnya dan terlebih lagi, saya ucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan suara dan membuat negara ini terhormat, stabil dan aman.

Kembali, dengan segenap kerendahan dan kekhusyukan, saya mengucapkan syukur dari lubuk hati yang paling dalam kepada Allah yang Maha Mulia dan Maha Kuasa, seraya memohon petunjuk dan rahmatNya bagi bangsa dan hamba yang lemah ini. Dengan mengucapkan salam sejahtera kepada Waliyyullah Al-A'dzam (Imam Mahdi as) -jiwaku sebagai tebusan baginya- saya berharap doa, dukungan dan arahan beliau yang paling berhak atas negeri ini. Kepada arwah pemimpin kita Imam Khomeini ra. dan para syuhada saya haturkan salam sejahtera.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu

Sayyid Ali Khamenei
23 Khordad 1388 HS (13 Juni 2009)

Tidak ada komentar: