Senin, 29 Juni 2009

Kubu Reformis Berantakan


Seorang anggota Parlemen Iran dari kubu reformis, Sobhani Niya, sebagaimana dilaporkan televisi alalam, mengatakan bahwa Rafsanjani menjadikan pernyataan Ayatullah Khamenei terkait kisruh pilpres Iran, sebagai kata pemutus yang mesti dipatuhi semua pihak.

Sementara itu, dilaporkan pula rencana pembentukan Komisi khusus Penyelidikan gugatan para capres. Komisi yang kemungkinan beranggota enam atau lima ini diisi oleh para guru besar dalam. Yang jelas ada dua tokoh senior di dalamnya, yaitu Ali Velayati (mantan Menlu) dan Hadda Adil (mantan Ketua Parlemen

Mehdi Karroubi, yang beberapa hari lalu menuntut pembatan pelpres, menyatakan sambutannya atas rencana tersebut.

Sementara Mohsen Rezai beberapa hari lalu mencabut gugatannya seraya menganggap langkah sebagai manifestasi kepatuhan kepada undang-undang.

Hanya Mousavi di antara semua capres yang nampaknya mengabaikan seruan Pemimpin Tertinggi, Ayatullah Khamenei, dengan menuntut pemilu ulang. Hingga kini ia secara terus menerus memproduksi dan mendistribusikan tuntantan dan tuduhan curang terhadap Ahmadiejad.

Reporter televisi Aljazeera melaporkan bahwa telah terjadi frikisi dalam kubu yang disebut “reformis).

Tidak ada komentar: